Langsung ke konten utama

Haya 2

 Sudah kuyakini arti sebuah jarak

Kata orang, hingga kapan?

Mungkin terdengar aneh, sebuah jalinan yang harus dipisahkan jarak

Bukankah semuanya harus bersatu? Seperti pepatah orang Jawa yang menunjukkan kebersamaan adalah pilar utama

Namun, tidak semudah itu untuk menunjukkan semuanya

Apakah ini sebuah keegoisan anak manusia? 

Hati yang terlalu pekat dan berbau jejak masa silam

Katanya, terpisah bukan berarti tidak memiliki

Katanya, terpisah bukan berarti tidak menyanyangi


Namun, tidak mudah untuk menjalaninya, Haya

Kita pernah bersama dalam beberapa masa hidup awal

Lalu, berpisah hingga kita seakan asing dan bertemu kembali

Bukankah kita dewasa dan menggunakan akal?

Kita seakan kuat menjalani sawah saat itu,

Melihat berbagai pemandangan alam 

Bahkan berusaha menghitung ikan yang entah ke mana


Semuanya telah berubah katamu, 

Tidak seperti dahulu, aku bukanlah aku yang dahulu atau sekarang

Hanya bernapas untuk menunggu sebuah harap yang tidak diharapkan

Semuanya terdengar klise, tapi jarak ini menyebalkan

Membuat angin begitu dingin dan tidak bersahabat bagi kita

Hanya 24 jam, tetapi kita berusaha terasa lama dan abadi


Kita berusaha menikmati arti makan malam dan makan pagi bersama

Dengan lauk pauk dari sebuah hasil harap dan cita rasa

Aku ingin rasanya pergi dan tinggal di sini saja

Namun, aku tidak bisa

Aku ingin bersama orang tersayang, menikmati hidup tidak seperti ini

Hanya beradu pada dunia yang sebenarnya tak kupahami apa realitanya

Beradu pada rambut-rambut beragam dan sulit kucerna perkataan mereka

Tolong, bertahan di rumah ini dengan harap yang banyak diaminkan oleh orang banyak

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sinopsis Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari

Berikut ini adalah sinopsis yang saya buat sendiri setelah membaca novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari. Selamat membaca. Dukuh Paruk, sebuah perkampungan di mana terdapat nilai estetika terhadap alamnya yang sederhana dan orang-orang yang sederhana pula di dalamnya. Rasus, seorang anak kecil yang hidup dan dibesarkan oleh Neneknya yang sudah tua renta. Rasus kecil tidak mengetahui cerita mengenai Ayahnya. Rasus kecil hanya mengetahui cerita mengenai Ibunya. Kisah seorang Ibu yang tak pernah dia temui dalam hidupnya. Rasus mendapatkan gambaran angan-angan mengenai seorang Ibu yang dia dapatkan pada sosok Neneknya yang tua renta. Kisah Ibu Rasus yang entah samapai sekarang masih hidup atau tidakpun menjadi angan-angan tersendiri bagi Rasus di dalam otaknya. Masa lalu mengenai racun tempe bongkrek yang menelan banyak korban di Dukuh Paruk. Cerita mengenai orang tua Srintil, salah seorang teman perempuan yang memikat hati Rasus. Cerita mengenai bagaimana Santajib dan istriny...

Aliran Tagmemik dan Karakteristiknya

Latar belakang munculnya aliran tagmemik   1. Aliran Tradisional (abad IV) dipelopori oleh Plato dan Aristoteles 2. Awal abad XX lahir aliran Struktural yang dipelopori oleh Ferdinan de Saussure 3. Pada tahun 1967 muncul aliran Transformasi yang dipelopori oleh N. Chomsky 4. Aliran Strukturalisme muncul aliran Relasionalisme 5. Muncul aliran yang lain yakni Case Grammer 6. Aliran Tradisional mempunyai keunggulan dalam analisis fungsi-fungsi kalimat, aliran Struktural mempunyai keunggulan dalam analisis kategori-kategori gramatikal, aliran Case Gramar mempunyai keunggulan dalam analisis peran dan aliran Relasionalis mempunyai keunggulan dalam analisis hubungan antar bagian di dalam struktur. Inilah sebenarnya yang melatarbelakangi munculnya aliran Tagmemik yang elektik dan eklektik yang memilih unsur-unsur tertentu yang cocok untuk dipadukan menjadi satu kesatuan di dalam model analisis Sejarah Perkembangan Aliran Tagmemik     ...

Sastra Lisan ( Upacara Adat Pernikahan Suku Sunda)

                                                                BAB I PENDAHULUAN 1.1   LATAR BELAKANG Indonesia memiliki budaya yang sangat melimpah, keanekaragaman kebudayaan tersebut meliputi berbagai sistem pengetahuan, oraganisasisosial, sistem peralatan hidup dan kesenian (Koetjaraningrat, 1981;204). Budaya Sunda dikenal dengan budaya yang sangat menjujung tinggi sopan santun. Pada umumnya karakter masyarakat Sunda ramah tamah (sameah). Murah senyum lemah lembut dan sangat menghormati orang tua. Itulah cermin budaya dan kultur masyarkat Sunda. Didalam bahasa Sunda diajarkan bagaimana menggunakan bahasa halus untuk orang tua. Kebudayaan bukan hanya meru...