Langsung ke konten utama

Burung

Hujan terus menerus di sini, entah, aku tak dapat terbang. Aku dikurung dalam sangkar oleh diriku sendiri dan juga keadaan. Aku ingin menyalahkan keadaan dan waktu. Sebenarnya, masih banyak lagi yang ingin kusalahkan atas segalanya. Namun, kusadar, itu tak pantas.

Temanku, burung lain sudah asyik terbang sekarang. Entah ke mana mereka, bertengger ke pohon yang satu, satu lagi, dan yang satu lagi. Pokoknya banyak. Sedangkan aku hanya bisa di sangkar ini melihat ke luar bersama derasnya hujan. Ahhh, aku tidak suka! aku ingin terbang melintasi cakrawala yang ingin kulewati dan menikmati segarnya angin.

Aku diam di sarang ini. Katanya, diam saja takkan memberikan arti. Lalu, bagaimana kuharus bergerak jika ruang gerakku dibatasi? Katanya, sabar, tunggu waktu. Namun, terlalu optimis ternyata. Ini dunia metafisika, bukan dunia positivisme yang selalu diagungkan negara Barat loh. Toh, kedengarannya narasi positivisme Barat sudah meredup dan hancur.

Sebagai burung, kurindu lembutnya udara di langit yang selalu mengelus bulu-buluku. Sensasinya luar biasa. Ahhhh, pokoknya kumerindu untuk terbang.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sinopsis Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari

Berikut ini adalah sinopsis yang saya buat sendiri setelah membaca novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari. Selamat membaca. Dukuh Paruk, sebuah perkampungan di mana terdapat nilai estetika terhadap alamnya yang sederhana dan orang-orang yang sederhana pula di dalamnya. Rasus, seorang anak kecil yang hidup dan dibesarkan oleh Neneknya yang sudah tua renta. Rasus kecil tidak mengetahui cerita mengenai Ayahnya. Rasus kecil hanya mengetahui cerita mengenai Ibunya. Kisah seorang Ibu yang tak pernah dia temui dalam hidupnya. Rasus mendapatkan gambaran angan-angan mengenai seorang Ibu yang dia dapatkan pada sosok Neneknya yang tua renta. Kisah Ibu Rasus yang entah samapai sekarang masih hidup atau tidakpun menjadi angan-angan tersendiri bagi Rasus di dalam otaknya. Masa lalu mengenai racun tempe bongkrek yang menelan banyak korban di Dukuh Paruk. Cerita mengenai orang tua Srintil, salah seorang teman perempuan yang memikat hati Rasus. Cerita mengenai bagaimana Santajib dan istriny...

Makalah berjudul Reduplikasi dalam Morfologi

Reduplikasi (Proses Pengulangan) dalam Morfologi d ibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Morfologi Disusun oleh : ( Kelompok 3 ) Indah Mufidah                                      (12 05744) Pertiwi Febriani                                     (12 05881) Roma Kyo Kae S                                 (1206341) Tri Mustika A                              ...

Sastra Lisan ( Upacara Adat Pernikahan Suku Sunda)

                                                                BAB I PENDAHULUAN 1.1   LATAR BELAKANG Indonesia memiliki budaya yang sangat melimpah, keanekaragaman kebudayaan tersebut meliputi berbagai sistem pengetahuan, oraganisasisosial, sistem peralatan hidup dan kesenian (Koetjaraningrat, 1981;204). Budaya Sunda dikenal dengan budaya yang sangat menjujung tinggi sopan santun. Pada umumnya karakter masyarakat Sunda ramah tamah (sameah). Murah senyum lemah lembut dan sangat menghormati orang tua. Itulah cermin budaya dan kultur masyarkat Sunda. Didalam bahasa Sunda diajarkan bagaimana menggunakan bahasa halus untuk orang tua. Kebudayaan bukan hanya meru...