Langsung ke konten utama

26

 Sebuah surat untuk sosok

menyegarkan diri dengan sejuta permen di kantong yang dapat dirogoh satu per satu

memasukkan dalam mulut hingga tak bersisa di sepanjang kereta

menyaksikan bukit, ladang, sawah yang seakan mengucap selamat datang dan tinggal


Dia tidak pernah menunggu 

hanya mengejar hingga kadang lelah dan menggunakan kereta

Asyik saja dengan rel yang pasti mengantar ke tempat tujuan


Dia rogoh lagi kantung itu

sial, hanya ada karcis pembayaran tiket kereta

lalu, ia rogoh kepalanya saat melihat jembatan panjang

tempat ia bertemu selama semusim 

bertemu dan lelakinya mengucap selamat tinggal sementara


Ia menunggu hingga bayangnya musna disapu mentari senja

Katanya, keretanya hampir sampai

tetapi bayang jembatan tidak pernah usai


Ia telan bayangan itu per lahan walau kantung hatinya ingin membuncah

Tanpa mengunyah

namun, bayang itu kembali

terus bersahabat dengan nadi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sinopsis Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari

Berikut ini adalah sinopsis yang saya buat sendiri setelah membaca novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari. Selamat membaca. Dukuh Paruk, sebuah perkampungan di mana terdapat nilai estetika terhadap alamnya yang sederhana dan orang-orang yang sederhana pula di dalamnya. Rasus, seorang anak kecil yang hidup dan dibesarkan oleh Neneknya yang sudah tua renta. Rasus kecil tidak mengetahui cerita mengenai Ayahnya. Rasus kecil hanya mengetahui cerita mengenai Ibunya. Kisah seorang Ibu yang tak pernah dia temui dalam hidupnya. Rasus mendapatkan gambaran angan-angan mengenai seorang Ibu yang dia dapatkan pada sosok Neneknya yang tua renta. Kisah Ibu Rasus yang entah samapai sekarang masih hidup atau tidakpun menjadi angan-angan tersendiri bagi Rasus di dalam otaknya. Masa lalu mengenai racun tempe bongkrek yang menelan banyak korban di Dukuh Paruk. Cerita mengenai orang tua Srintil, salah seorang teman perempuan yang memikat hati Rasus. Cerita mengenai bagaimana Santajib dan istriny...

Sastra Lisan ( Upacara Adat Pernikahan Suku Sunda)

                                                                BAB I PENDAHULUAN 1.1   LATAR BELAKANG Indonesia memiliki budaya yang sangat melimpah, keanekaragaman kebudayaan tersebut meliputi berbagai sistem pengetahuan, oraganisasisosial, sistem peralatan hidup dan kesenian (Koetjaraningrat, 1981;204). Budaya Sunda dikenal dengan budaya yang sangat menjujung tinggi sopan santun. Pada umumnya karakter masyarakat Sunda ramah tamah (sameah). Murah senyum lemah lembut dan sangat menghormati orang tua. Itulah cermin budaya dan kultur masyarkat Sunda. Didalam bahasa Sunda diajarkan bagaimana menggunakan bahasa halus untuk orang tua. Kebudayaan bukan hanya meru...

Kuat

 Kucoba mencari makna dan memahami kata ini Kurapalkan berulang, berharap doa terkabul Mereka tidak mendengar katanya atau kataku Mereka hanya menyibukkan menyantap menu yang mereka mau Mereka lumat dan habiskan hingga ke kerongkongan Hingga akhirnya beberapa waktu akan masuk ke lambung dan berakhir ke tempat pembuangan Bukankah itu esensi dari semuanya? Lalu, mengapa aku harus memasukkannya ke hati? Bukankah tidak ada fungsi organ hati di dalamnya? Atau alat pencernaanku tidak berfungsi maksimal? Sial, aku harus ke dokter Namun, kata dokter, memang semestinya ke tempat pembuangan Baiklah, aku akan ikuti dan percayai perlatannya Walau tetap kubaca buku ilmu lainnya