Langsung ke konten utama

Postingan

TAKUT

H anya melalui sebuah telepon menjadikan sebuah keinginan yang tak terkandali. Lidahnya memang lebih lihai dari ahli seahli di dunia. Memang terkesan biasa saja, tetapi benar-benar berdampak luar biasa. Hanya mengobrol dengan rekan terkait percintaan yang tidak dapat ditahan. Lalu, cinta mana yang ditunggu dan diulur lagi? Pertanyaan yang membosankan. Namun, nyatanya memang membosankan dan terkesan selalu dia remehkan. Namun, ia lupa adanya lelaki yang mendengar tiap detik dan tiap kata-kata dari lidah yang mungkin tak punya otak.  Akhirnya, dua kata yang menancap dadakan di dada lelaki itu, bosan dan diremehkan. Lelaki itu merasa bahwa ia memberikan segalanya kepada perempuan itu, perempuan yang pernah mencari dan mengejar cintanya. Namun, perempuan itu kini berubah seubah-ubahnya waktu.  "Matiin teleponnya, aku gak kuat dengar pembicaraan kamu," pungkasnya sambil mematikan telepon gengam perempuan itu. "Kamu kenapa sih selalu mengungkit masa lalu? Itukan dulu! Aku udah...
RUDAT A s usual, i am trying to write everything, specially the emotional things that i must make them free from my brain. I just remember that one girl who is growing up now as lady. This year, she graduated from prestigious university in this town, further more in this country. She just sit in center of office and image everything that canceled last years before. Hope, love, money, popularity, etc. that she try to pursuit. Those are dreams that must come true, she said. Yet, earth said different thing. She must growing with reality, not in dream land.  Y esterday, she rode about announcement of student exam for entering university in this country. She was happy, but it made her cried in her soul. She thought that she stagnant with all situation. Quarter life crisis, all people said that. But, she rather believe that is not only cause the term of that language in psychology, but also from majority experiences.  A ll stories made time by time with the time flies so fast. She a...

Aku Mencintaimu (Kembali)

 M alam ini, kulihat ribuan lampu berkedip dari lantai 35 di Kota Jakarta Langitnya yang hanya menyisakan satu bintang dan segumpalan awan hitam pekat Malam ini, agak dingin dari biasanya Aku tak tahu sedang apa kau di seberang pulau, apakah kau baik-baik saja atau terluka akibat rasa kekesalan dariku? Anginnya semilir ini meniupkan bahwa aku butuh kamu B utuh waktu lama semenjak kau pergi dari pulau ini Dengan lagu Lonely dari Garry yang membuat kita pura-pura berdendang akan sebuah perpisahan Aku sebenarnya begitu menyesali keputusan kau tuk pergi dari pulau ini Bukankah jarak akan membunuh kita? Apalagi malam ini, aku biasanya mengobrol dan kau menemaniku hingga terlelap Namun, ternyata hati ini terlalu emosional sehingga meneteskan air mata perlahan Aku bahkan berani untuk mengarungi pulau ini tuk menemuimu Mungkin niatku hanya bermain semata, namun aku menemukan perasaan yang mungkin sudah terlupa  Perasaan sedih akan kehilangan kamu, aku merasakan sendiri di balkon ini A...

Suatu Pagi

 K ita takkan pernah ke mana-mana Namun, dengan kata tajam, kita dapat berdebat dan berkelahi begitu hebat Kuingat kau duduk terpaku bersama gawaimu Lalu di mana diriku yang harus diselipkan di antara keasyikanmu? L antas, kita memang begitu mudah terpicu oleh percikan amarah Menjadi dan semakin menjadi Kukira kita belajar bersama tuk menjadi dewasa utuh Namun, tetap semuanya serba tunjuk Kuingat setumpuk berpiring gorengan yang kuhangatkan pagi itu Kutendang dan semuanya buyar tuk melepaskan amarah yang menjadi Lalu, kuingat betul bahwa kau duduk di lantai kamar mandi dingin Menangis dan kecewa dengan segala hal Lalu, kau guyur kepala dan badanmu dengan bergayung-gayung air Kau hentakan kepal tanganmu bersama lantai Kiranya, aku sungguh takut Kau buang gawaimu ke ember itu Aku masih ingat percis cahaya dari gawai itu Hingga akhirnya, kau pecahkan dan terbelah menjadi dua Kita sama-sama egois, pelukan satu dengan satu lainnya hanyalah omong kosong Kita lupa telah merajut berbagai a...

CANDU RACUN

 Sudah lama aku memendam sesuatu yang tak bisa kuungkap kepada siapa pun, bahkan ibuku sendiri. Berbagai hal mungkin harus dipendam dalam-dalam seakan tidak ada yang mengetahui. Begitu lama ternyata kurajut semua asa bersama lelaki yang mungkin dapat kunamai sebagai Le. Entah mengapa, aku suka memanggilnya sebagai itu. Kita sudah lama merajut, bahkan tanganku sudah lelah dan pegal mengikuti berbagai alur yang ada. Aku lelah, Le. Sebenarnya, lampu hijau sudah menggaung sejak beberapa minggu ini. Namun, Le, dirimu tetap menjadi dirimu yang lebih senang menyendiri akan sebuah kehidupan. Lalu, aku sebagai apa? Sesuatu yang dibuang di laut hingga kini terombang-ambing. Namaku, Minah. Nama Indonesia sekali. Rupanya, mencintai lelaki dan mengejar dirinya adalah kepuasan bagiku. Namun, ketika lelaki tersebut berada di tanganku, aku sudah bosan. Apakah ini racun atas candu yang disebut sebagai mengejar? 

Rok

S etiap pagi, membuatku muak  untuk memilih baju atau rok atau gamis apa yang akan kugunakan. Entahlah, kenyamanan memang nomor satu, tetapi kepantasan dan sedap dipandang oleh pasang mata adalah hal yang paling utama. Manusiawi, bukan? Setiap pagi, aku harus berkutat untuk mencocokkan segala yang bukan pasangan untuk terlihat sedap oleh berbagai pasang mata. Namanya juga cibiran. Nanti kau akan peroleh saat kau telah berhasil mencocokkannya. Entahlah. Lelah tubuh ini karena mungkin minggu ini adalah minggu yang membutuhkan perhatian ektra. Aku menyukainya, lebih menyukai ketimbang aku tidur di pagi hari dengan berbagai mimpi yang sedap. Memang, musim hujan lebih menggiurkan untuk tertidur pulas di pagi hari. Entah karena matahari yang senang bersembunyi atau udara dingin yang begitu nikmat masuk ke pori-pori kulit. Semua kusuka. Bangun pagi sangat pagi dengan kegiatan yang dimulai pagi juga membuatku agak malas untuk bangun. Ditambah lagi mata kiriku yang tetiba sakit. Bukan di ...

Adu...

Lelaki , aku suka memanggilmu itu Lelaki yang dapat kusentuh dari luar Namun, sedikit pun tak dapat kusentuh hatimu terdalam Tali merah jambu apa yang kita buat Betapa jauh kau mengulur dan aku sibuk menarik Kau takkan pernah tahu berapa lama aku untuk berjuang Kurajut menjadi sebuah kisah merah jambu yang bernoda hitam Katamu, aku tidak suka Adu... Memang membuat adu... Cinta bodoh! Menuruti tanpa diminta Kau sibuk menulis berbagai kisah Ia hanya sibuk tertidur dengan orokan yang keras Dia takkan pernah paham luka yang membekas mengarat dan sebentar lagi akan retak Kau harus berubah bahkan seperti power ranger Bukankah ketika kau berubah dan kembali ke jiwa dan ragamu dulu Kau lebih bahagia? Merah jambu akan datang sesuai waktu Tugasmu hanya terus menelan kekalahan dan mencicipi apa yang kau inginkan Lalu, bagaiman harap merah jambumu? Merah jambu bisa kau rajut dengan lelaki mana pun sesuai takdirmu Malam ini terasa sangat dingin dan kusumpal telingaku u...